Motor AC
Motor AC / arus bolak-balik
menggunakan arus listrik yang membalikkan arahnya secara teratur pada rentang waktu
tertentu. Motor listrik AC
memiliki dua buah bagian dasar listrik: "stator" dan "rotor". Stator merupakan komponen listrik
statis. Rotor merupakan komponen
listrik berputar untuk memutar as motor. Keuntungan utama motor DC terhadap
motor AC adalah bahwa kecepatan motor AC lebih sulit dikendalikan. Untuk
mengatasi kerugian ini, motor AC dapat dilengkapi dengan penggerak frekwensi
variabel untuk meningkatkan kendali kecepatan sekaligus menurunkan dayanya.
Berikut kelebihan dan kekurangan motor AC
Kelebihan :
Kelebihan :
- Harganya lebih murah
- Perawatan lebih mudah
- Bentuknya lebih banyak tergantung pada pengoperasiannya
- Kemampuan bertahan pada daerah operasi yang keras sekalipun
- Bentuknya lebih kecil daripada motor DC walaupun dengan daya yang sama
Kekurangan:
- Kemampuan mengatasi beban lebih buruk daripada motor DC
- Pengaturan kecepatan kurang bagus dalam beberapa rentang
Berdasarkan sumber dayanya, motor ac ada dua jenis, yaitu :
- Motor Sinkron
- Motor Induksi
Generator AC
Generator arus bolak-balik berfungsi mengubah tenaga mekanis
menjadi tenaga listrik arus bolak-balik. Generator Arus Bolak-balik sering
disebut juga seabagai alternator, generator AC (alternating current), atau
generator sinkron. Dikatakan generator sinkron karena jumlah putaran rotornya
sama dengan jumlah putaran medan magnet pada stator. Kecepatan sinkron ini
dihasilkan dari kecepatan putar rotor dengan kutub-kutub magnet yang berputar
dengan kecepatan yang sama dengan medan putar pada stator. Mesin ini tidak
dapat dijalankan sendiri karena kutub-kutub rotor tidak dapat tiba-tiba
mengikuti kecepatan medan putar pada waktu sakelar terhubung dengan jala-jala.
Prinsip kerjanya dapat dipelajari dengan teori medan elekronik. Poros pada generator dipasang dengan material ferromagnetic permanen. Setelah itu disekeliling poros terdapat stator yang bentuk fisisnya adalah kumparan-kumparan kawat yang membentuk loop. Ketika poros generator mulai berputar maka akan terjadi perubahan fluks pada stator yang akhirnya karena terjadi perubahan tegangan dan aruslistrik tertentu. Tegangan dan arus listrik yang dihasilkan ini disalurkan melalui kabel jaringan listrik.
Prinsip kerjanya dapat dipelajari dengan teori medan elekronik. Poros pada generator dipasang dengan material ferromagnetic permanen. Setelah itu disekeliling poros terdapat stator yang bentuk fisisnya adalah kumparan-kumparan kawat yang membentuk loop. Ketika poros generator mulai berputar maka akan terjadi perubahan fluks pada stator yang akhirnya karena terjadi perubahan tegangan dan aruslistrik tertentu. Tegangan dan arus listrik yang dihasilkan ini disalurkan melalui kabel jaringan listrik.
Generator
arus bolak-balik ini terdiri dari dua bagian utama, yaitu:
1.
Stator, merupakan bagian diam dari generator yang mengeluarkan tegangan
bolak-balik, antara lain:
- Inti stator.
Bentuk
dari inti stator ini berupa cincin laminasi-laminasi yang diikat serapat
mungkin untuk menghindari rugi-rugi arus eddy (eddy current losses). Pada inti
ini terdapat slot-slot untuk menempatkan konduktor dan untuk mengatur arah
medan magnetnya.
Belitan stator.
Bagian
stator yang terdiri dari beberapa batang konduktor yang terdapat di dalam
slot-slot dan ujung-ujung kumparan. Masing-masing slot dihubungkan untuk
mendapatkan tegangan induksi.
- Alur stator.
Merupakan
bagian stator yang berperan sebagai tempat belitan stator ditempatkan.
- Rumah stator.
Bagian
dari stator yang umumnya terbuat dari besi tuang yang berbentuk silinder.
Bagian belakang dari rumah stator ini biasanya memiliki sirip-sirip sebagai
alat bantu dalam proses pendinginan.
Stator
terdiri dari badan generator yang terbuat dari baja yang berfungsi melindungi
bagian dalam generator, kotak terminal dan name plate pada generator. Inti
Stator yang terbuat dari bahan ferromagnetik yang berlapis-lapis dan terdapat
alur-alur tempat meletakkan lilitan stator. Lilitan stator yang merupakan tempat
untuk menghasilkan tegangan. Sedangkan, rotor berbentuk kutub sepatu (salient)
atau kutub dengan celah udara sama rata (rotor silinder). Konstruksi dari
generator sinkron dapat dilihat pada gambar berikut ini.
2.
Rotor, merupakan bagian bergerak yang menghasilkan medan magnit yang
menginduksikan ke stator. Stator dipisahkan oleh celah udara (air gap). Rotor
terdiri dari dua bagian umum, yaitu:
- Inti kutub
- Kumparan medan
Pada
bagian inti kutub terdapat poros dan inti rotor yang memiliki fungsi sebagai
jalan atau jalur fluks magnet yang dibangkitkan oleh kumparan medan. Pada
kumparan medan ini juga terdapat dua bagian, yaitu bagian penghantar sebagai
jalur untuk arus pemacuan dan bagian yang diisolasi. Isolasi pada bagian ini
harus benar-benar baik dalam hal kekuatan mekanisnya, ketahanannya akan suhu
yang tinggi dan ketahanannya terhadap gaya sentrifugal yang besar.
Konstruksi
rotor untuk generator yang memiliki nilai putaran relatif tinggi biasanya
menggunakan konstruksi rotor dengan kutub silindris atau ”cylinderica poles”
dan jumlah kutubnya relatif sedikit (2, 4, 6). Konstruksi ini dirancang tahan
terhadap gaya-gaya yang lebih besar akibat putaran yang tinggi. Untuk putaran
generator yang relatif rendah atau sedang (kurang dari 1000 rpm), dipakai
konstruksi rotor dengan kutub menonjol atau ”salient pole” dengan jumlah
kutub-kutub yang relatif banyak.
Pada prinsipnya, salah satu dari penghantar
atau kutub-kutub ini dibuat sebagai bagian yang tetap sedangkan bagian-bagian
yang lainnya dibuat sebagai bagian yang berputar.



